Tolak UMP Hanya Naik 20%, Buruh Bakal Demo 28-29 November Mendatang



JAKARTA - Para buruh di sejumlah daerah yang tergabung dalam buruh di daerah telah menyampaikan kesiapannya untuk melakukan mogok daerah dan aksi unjuk rasa besar-besaran sebagai protes terhadap pemerintah baik presiden, gubernur maupun bupati yang telah secara sistematik kembali menerapkan politik upah murah pada 28-29 November 2013.

Muhamad Rusdi Sekjen KSPI menyampaikan, kenaikan upah minimum 2014 yang sudah diputuskan dengan besaran hanya 10%-20%, membuat para buruh akan hidup dengan keterbatasan dan di bawah kata layak. Hal tersebut, lanjut Rusdi tidak sesuai lagi dengan kebutuhan hidup riil buruh sebab dari naiknya harga BBM 40%.

"Upah minimum 2014 hanya berkisaran Rp1 juta-Rp2,4 juta, membuat upah Indonesia semakin jauh tertinggal dari upah Thailand pada 2013 saja mencapai Rp2,8 juta dan Filipina Rp3,2 juta," kata Rusdi.

Aksi yang akan dilakukan 28-29 November 2013 mendatang juga merupakan protes terhadap banyaknya daerah yang tidak menetapkan upah minimum sektoral. Menurutnya, baru Bekasi dan Batam yang telah menetapkan upah sektoral.

"Daerah lainnya belum, bahkan tidak ada upah sektoralnya, pemerintah harus menetapkan upah sektoral berdasarkan tingkat produktivitas sektoral, pertumbuhan ekonomi dan inflasi sesuai amanah UU," tuturnya.

Adapun, dalam aksi pada 28-29 November 2013 mendatang, melalui Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB) menuntut Gubernur, Bupati, Walikota untuk membatalkan SK atau Pergub yang telah memutuskan UMP/UMK jauh di bawah 50% bahkan jauh dari 30%. Menetapkan kenaikan upah minimum sektoral UMSP/UMSK sebesar 30%. Tidak menyetujui penangguhan upah minimum dan penjarakan pengusaha yang sudah melakukan manipulasi data kondisi keuangan.

Kata Rusdi, yang kedua menuntut Kapolri untuk mengusut tuntas, dan menghukum pelaku penganiayaan dan kekerasan terhadap aksi buruh pada mogok nasional di Bekasi, Kerawang, Medan dan Daerah lainnya. Dan mencopot Kapolres Kabupaten Bekasi.

Tuntutan yang ketiga ditujukan kepada Presiden untuk tidak hanya beretorika ingin meninggalkan politik upah murah. Cabut Inpres nomor 9 tahun 2013 tentang upah murah dan segera buat kebijakan konkret untuk meninggalkan upah murah.

Kemudian, mendesak Menakertras untuk menghapus Permenakertrans 7/2013 dan Permenakertrans no 13/2012 dan segera merubah jumlah komponen hidup layak (KHL) dari 60 jenis menjadi 84 jenis, sebab banyaknya komponen utama yang tidak masuk.
- Reviewer: Tride Darsono - ItemReviewed: Tolak UMP Hanya Naik 20%, Buruh Bakal Demo 28-29 November Mendatang



Artikel Terkait:




Ayo Berkomentar di Blognya Anak Gaptek...

0 Respones to "Tolak UMP Hanya Naik 20%, Buruh Bakal Demo 28-29 November Mendatang"

 

© 2012 TerGapteK.Com All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info n Modified by Blogger TerGaptek |