Film "Ambilkan Bulan", Spesial Untuk AT Mahmud



Kita semua pasti sangat familiar dengan lagu anak-anak berjudul Ambilkan Bulan yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi cilik Tasya. Salah satu lagu yang menjadi ‘masterpiece’ karya AT Mahmud tersebut kini menjadi inspirasi untuk diangkat ke dalam sebuah film layar lebar bergenre fantasi musikal.

Sejak era film Petualangan Sherina yang sukses luar biasa di tahun 2000, film musikal anak memang sudah sangat jarang ditemui di perfilman nasional. Oleh karena itu, kehadiran film produksi Mizan Production dan Falcon Pictures ini memberikan angin segar tersendiri di perfilman tanah air sebagai tontonan untuk seluruh keluarga.

Film ini rencana akan tayang tanggal 28 Juni 2012, bisa jadi alternatif tontonan untuk mengisi liburan anak.

Film Ambilkan Bulan menampilkan 10 lagu anak-anak ciptaan AT Mahmud yang 10 lagu anak-anak ciptaan AT Mahmud, di antaranya, Mendaki Gunung, Libur Tlah Tiba, Anak Gembala, dan Ambilkan Bulan. Dibawakan oleh 10 kelompok band di bawah naungan bendera Sony Music. Di antaranya, Sheila on 7, The Changcuters, Coklat, dan Superman is Dead.

Skenario dikerjakan oleh Jujur Prananto (Petualangan Sherina, Ada Apa Dengan Cinta) dan disutradarai oleh Ifa Isfansyah yang meraih Piala Citra tahun 2011 sebagai Sutradara terbaik lewat film Sang Penari', dan Helmi Yahya bertindak sebagai produser eksekutif.


Sinopsis Film Ambilkan Bulan

    Ambilkan Bulan mengisahkan tentang Amelia (Lana Nitibaskara), gadis cilik berusia 10 tahun yang kesepian. Ratna (Astrid Nurdin), ibunya, kelewat sibuk bekerja sebagai manajer HRD di sebuah perusahaan swasta di Jakarta.

    Dia nyaris tidak punya waktu untuk putri satu-satunya itu. Setelah kematian suaminya (Agus Kuncoro), Ratna praktis menjadi orang tua tunggal yang harus menafkahi keluarga. Seluruh waktunya dihabiskan untuk bekerja.

    Amelia yang merasa tidak diperhatikan akhirnya mencari teman dan kesibukan sendiri lewat situs jejaring sosial Facebook, yang mempertemukannya dengan Ambar, sepupunya. Ketika liburan tiba.

    Amelia memutuskan mengunjungi Ambar di desanya. Di sana, untuk pertama kalinya Amelia berjumpa dengan keluarga besar ayahnya. Untuk pertama kalinya pula, Amelia merasakan hidup di desa yang sangat berbeda dengan Jakarta. Setiap hari, bersama Ambar dan teman-temannya (Pandu, Kuncung, dan Hendra), Amelia menjelajah seluruh desa. Hingga padasuatu hari, mereka masuk terlalu jauh ke dalam hutan di tepi desa dan tersesat.

    Hutan itu terkenal angker karena di dalamnya tinggal Mbah Gondrong (Landung Simatupang) yang konon berteman dengan jin dan suka memangsa anak-anak. Namun, semua cerita ituternyata tidak benar, karena Mbah Gondronglah yang justru menolong mereka keluar darihutan. Mbah Gondrong adalah orang baik yang berusaha melindungi hutan dari upaya-upaya penebangan liar yang salah satu pelakunya adalah orang kepercayaan kakek Amelia.

    Ratna yang cemas mendengar kabar Amelia “hilang”, segera menyusul. Kali ini dia tidak peduli meski harus meninggalkan seminar yang tengah diikutinya di Denpasar.

    Ketika liburan berakhir, segalanya menjadi lebih baik bagi Ratna dan Amelia. Peristiwa itu membuat hubungan mereka menjadi lebih hangat dan mesra. - Reviewer: Tride Darsono - ItemReviewed: Film "Ambilkan Bulan", Spesial Untuk AT Mahmud



Artikel Terkait:




Ayo Berkomentar di Blognya Anak Gaptek...

43 Respones to "Film "Ambilkan Bulan", Spesial Untuk AT Mahmud"

 

© 2012 TerGapteK.Com All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info n Modified by Blogger TerGaptek |