Depkominfo Pastikan BlackBerry Baru Tak Bisa Masuk




JAKARTA - Depkominfo membenarkan berita yang beredar mengenai kemungkinan untuk penghentian peredaran BlackBerry keluaran terbaru di Indonesia.


Sejak sebulan yang lalu Depkominfo menolak sementara permohonan pengajuan sertifikasi yang diajukan RIM. perusahaan yang langsung terafiliasi dengan RIM adalah beberapa penyelenggara telekomunikasi, yaitu PT Telkomsel, PT Indosat, dan PT Excelcomindo Pratama. Bahkan melakukan penolakan sementara sejak 10 hari yang lalu terhadap perangkat yang sama namun diajukan oleh beberapa importir BlackBerry yang tidak langsung terafiliasi dengan RIM, dengan alasan belum adanya bentuk konkret dari pihak RIM untuk mendirikan service centre di Indonesia.

Hanya saja, Depkominfo sesuai dengan tanggung jawabnya hanya sebatas menangani pemberian atau penolakan pemberian sertifikat perangkat telekomunikasi, sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 29/PER/KOMINFO/9/2008.

"Depkominfo tidak memiliki kewenangan untuk sama sekali menyetop importasi suatu perangkat telekomunikasi dan apalagi menghentikan perdagangan perangkat telekomunikasi, karena itu merupakan kewenangan instansi lain dan itupun harus dengan dasar hukum yang sangat kuat," jelas Kepala Penerangan dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto, yang dikutip melalu keterangan resminya, Senin (29/6/2009).

"Meskipun demikian, sebagai konsekuensi adanya penolakan sementara tersebut, maka berimplikasi pada kemungkinan penghentian importasi oleh Ditjen Bea Cukai selama importir yang berkepentingan tidak mampu menunjukkan sertifikat yang diterbitkan Depkominfo," tambahnya.

Oleh karena itulah, Depkominfo tidak berencana memerintahkan penyelenggara telekomunikasi untuk menghentikan layanannya. Demikian pula bagi masyarakat umum yang akan melakukan pembelian BlackBerry di wilayah teritori hukum Indonesia, tetap dipersilakan untuk melakukan aktivitas tersebut sesuai dengan produk atau jenis dan tipe perangkat BlackBerry yang diinginkan.

Depkominfo sama sekali tidak bermaksud melarang penyediaan layanan yang sudah ada, karena bagaimanapun juga pemerintah menyadari sepenuhnya, BlackBerry banyak memberikan manfaat bagi berbagai aktivitas masyarakat. Sehingga Depkominfo tidak akan membuat kebijakan yang kontraproduktif bagi kepentingan masyarakat, sejauh itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Depkominfo bersikap tegas dengan menolak sementara pengajuan sertifikasi BlackBerry untuk tipe yang baru ataupun beberapa tipe yang lama, namun belum memiliki sertifikat dari Ditjen Postel, maka hal tersebut semata-mata justru untuk melindungi kepentingan masyarakat juga," tandas Gatot.

Karena sejauh ini RIM belum memiliki service centre di Indonesia. Sehingga, jika kerusakannya tidak terlalu signifikan mungkin bisa diselesaikan di Indonesia, namun jika tidak terpaksa dibawa keluar Indonesia untuk sementara waktu. Kondisi ini sudah barang tentu tidak lazim jika dibandingkan perangkat telekomunikasi lainnya di Indonesia meski itu produk impor sekalipun.

Sikap tegas Depkominfo ini terpaksa ditempuh sebelum keluhan masyarakat pengguna BlackBerry mulai meningkat. Hal tersebut sesuai dengan esensi UU Perlindungan Konsumen.

Prosedur yang ditempuh Depkominfo sebelum dalam waktu beberapa pekan depan akan total menghentikan pengajuan permohonan sertifikat BlackBerry ini sudah dilakukan secara transparan, terus berkelanjutan, profesional, dan adil.



okezone.com

- Reviewer: Miftah Farid - ItemReviewed: Depkominfo Pastikan BlackBerry Baru Tak Bisa Masuk



Artikel Terkait:




Ayo Berkomentar di Blognya Anak Gaptek...

0 Respones to "Depkominfo Pastikan BlackBerry Baru Tak Bisa Masuk"

 

© 2012 TerGapteK.Com All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info n Modified by Blogger TerGaptek |